Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2019

AMANKAN MODAL ANDA SEBELUM LOSS TERJADI

Banyak sekali Strategi yang diteraapkan dalam Bisnis Online khususnya trading forex ini yang menerapkan salah satu strategi Cut Loss, mungkin sebagian dari trader masih terlihat asing di telinganya. Karena, banyak sekali artikel strategi trading di luar sana yang mengupas mengenai strategi entry Buy  dibawah dan Sell diatas secara akurat, strategi take profit tepat, strategi trading menggunakan indikator, dan lain sebagainya. Semua bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan dalam trading forex. Tetapi, adakah yang pernah membahas mengenai strategi Cut Loss?



Mungkin Anda berpikir, bagaimana bisa untung dalam menjalankan strategi Bisnis Online trading kalau kita malah disuruh melakukan Cut Loss? Ya, Cut Loss terkadang menjadi sesuatu yang menyeramkan bagi sejumlah trader. Pasalnya, mereka harus mengakui loss yang didapatkannya. Ini sama saja dengan memangkas dana trading atau bahkan profit yang sudah dikumpulkan secara bertahap.

Untuk mengetahui alasan nya, teruskan membaca artikel ini karena Anda akan segera tahu alasan kenapa Cut Loss adalah strategi trading yang terbaik dibandingkan tidak melakukannya. Dikutip dari Strategi Cut Loss yang akan dibahas kali ini adalah strategi ini .

Kenapa Strategi Cut Loss Itu Penting?

Dalam Bisnis Online trading forex, tidak ada yang tahu kemana harga akan bergerak. Meskipun bisa memperkirakan pergerakannya dengan alat bantu teknikal dan fundamental, tetap saja masih ada kemungkinan harga tidak berjalan sesuai keinginan Anda.

Jalan satu-satunya untuk bisa selamat dari pergerakan pasar tak terduga adalah menerapkan strategi Cut Loss yang teruji. Supaya harapan meraih profit konsisten tidak pupus, Anda sejatinya perlu melakukan Cut Loss pada posisi-posisi yang kurang menguntungkan.

Seorang yang menjalankan strategi Day Trader mungkin bisa memperoleh beberapa kemenangan dalam sehari. Namun jika mereka membiarkan sebutir posisi floating loss bergerak di luar kendali, risikonya bisa menghapus semua profit yang telah dikumpulkan oleh posisi lainnya.

Cara Menerapkan Strategi Cut Loss

1. Selalu Memasang Stop Loss Setiap Melakukan Entry


Cara paling sederhana untuk murdering adalah dengan selalu memasang Stop Loss di awal membuka posisi. Dengan mengaplikasikan strategi Cut Loss ini, maka risiko trading pun akan bisa diminimalisir. Apabila Anda pengguna Metatrader, tentu bukan hal yang sulit untuk melakukannya. Pertanyaanya, bagaimana cara menentukan Stop Loss yang ideal?


Stop Loss yang ideal umumnya ditentukan melalui Support Resistance terdekat, sinyal Price Action sebelumnya, nilai High-Low Candlestick pada Time Frame Daily, serta cara-cara lainnya. Supaya Anda terhindar dari menentukan besaran Stop Loss secara acak, artikel Tips Dalam Menentukan Stop Loss ini bisa menjadi sumber referensi.

2. Aktif Memantau Pasar

Strategi Cut Loss kedua adalah menerapkan active trade management, dimana Anda menganalisa situasi yang terjadi di Bisnis Online trading forex secara intens. Idealnya, Anda tetap memasang Stop Loss, tapi gunakan itu sebagai benteng pertahanan terakhir.

Dengan menganalisa situasi pasar secara intens, Anda akan bisa memperoleh posisi yang strategis untuk Murder Your Darling sebelum Stop Loss tersentuh, misalnya saat harga masih dalam tahap awal reversal, sehingga beban floating loss sedikit terkurangi karenanya.

Tidak ada satupun yang tahu kemana pasar akan bergerak, karena itulah Stop Loss bisa menjadi pengaman saat Anda benar-benar kurang beruntung. Namun jika pergerakan pasar masih memberikan ruang bagi Anda untuk bernafas dan melakukan Cut Loss di tempat yang strategis, segeralah ambil kesempatan itu.

3. Cari Peluang Bisnis Online Yang Profit Konsisten

Agar selalu bisa mendapatkan Profit konsisten dalam Bisnis Online Trading anda bisa melakukan antisipasi dengan cara memasang Stop Loss, dann apabil dalam kondisi dimana Anda membiarkan loss melebar begitu besar. Masalah ini seharusnya bisa diantisipasi.

Kalau ini sampai terjadi, jangan-jangan Anda bertrading tanpa Stop Loss? Ya atau tidak? Atau mungkin target Stop Loss Anda terlalu besar? Solusinya hanya satu, yaitu keluarlah! Keluarlah dari posisi yang loss besar tersebut dan carilah peluang trading di kesempatan lain. Floating loss sangat melebar biasanya mengindikasikan bahwa Anda salah meletakan posisi di market yang sedang trending.

Jangan terpengaruh oleh ilusi bahwa harga kembali ke arah yang Anda inginkan. Kembalikan ketenangan diri Anda dengan keluar dari floating loss yang sangat membebani tersebut. Jika sudah keluar, maka emosi Anda akan stabil. Saat pikiran sudah fresh kembali, cobalah untuk menemukan peluang trading di kondisi pasar yang lain.

4. Jangan Terlalu Santai Melihat Harga Bergerak Menuju Stop Loss

Saat memasang Stop Loss, Anda mungkin akan memiliki tendensi untuk menjadi malas. Contohnya adalah ketika harga bergerak ke arah yang kurang menguntungkan. Di sini Anda mungkin akan berpikir untuk santai-santai saja karena merasa sudah memasang Stop Loss.

Namun, sadarkah Anda bahwa pergerakan harga tersebut sedang mengarah ke sesuatu yang disebut sebagai kerugian? Kenapa Anda malah membiarkan harga bergerak mencapai Stop Loss tersebut? Seharusnya di sini pilihan terbaiknya adalah segera melakukan Cut Loss ketimbang mengalami Total Loss.

Di lain pihak, ketika posisi Anda sedang mengalami floating profit, kemudian ada sinyal-sinyal tertentu yang mengindikasikan akan terjadi Reversal (melalui Price Action atau semacamnya), segeralah membukukan keuntungan Anda. Jangan biarkan harga berbalik arah dan menghantam Stop Loss Anda. Dalam trading forex, lengah sedikit saja akan bisa mengubah nasib Anda dalam sekejap, dari pemenang menjadi pecundang.

Saat harga bergerak hampir mendekati Take Profit, terkadang Anda akan melihat momentumnya mulai melambat. Jangan terlalu kaku dan berprinsip bahwa keuntungan harus diambil di level Take Profit yang sudah ditentukan. Kalau momentumnya sudah melambat, biasanya ini adalah tanda-tanda bahwa harga akan mengalami Reversal. Sudahi penantian Anda, dan segeralah ambil profit sebelum semuanya hangus tak bersisa.

Dengan demikian, Anda tidak boleh asal melakukan Cut Loss hanya karena punya feeling jika harga pasti menyentuh Stop Loss. Harus ada dasar analisa teruji yang melatarbelakanginya. Bagaimanapun juga, Cut Loss merupakan salah satu tindakan di luar rencana yang melanggar sistem Bisnis Online trading awal.

Jadi apabila Anda memutuskan untuk menerapkannya, pastikan telah dilatarbelakangi oleh alasan yang logis, rasional, dan objektif, agar tidak menyesal jika harga kemudian tidak jadi menyentuh Stop Loss dan justru berbalik ke trend sebelumnya.

Sebagai seorang Pebisnis Online trader, Anda harus benar-benar tahu bagaimana menerapkan strategi Cut Loss yang tepat. Pasalnya, hanya dengan mengandalkan Stop Loss saja tidaklahlah cukup. Anda perlu melakukan upaya lebih. Pahamilah bahwa pasar memiliki kemungkinan untuk bergerak ke arah tak terduga, dan cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan selalu beradaptasi pada perubahan tersebut.

Selalu miliki rencana Bisnis Online trading supaya Anda tidak bertrading dengan mengandalkan emosi semata. Apabila Anda tiba-tiba merasa emosional dengan posisi trading saat ini, langsung saja habisi dan jangan masuk pasar dulu sebelum ketertarikan tersebut hilang.




Read more ...

STRATEGI BISNIS ONLINE DALAM MENJALANKAN TRADING

kepalkan dulu jari-jari tangan anda dan tarik nafas panjang untuk relexs sejanak, sebelum melanjutkan membaca arikel bisnis Online Trading ini, banyak yang tertarik untuk memmulai Bisnis Online termasuk pasar Forex karena iming-iming menghasilkan profit trading Forex 100% (atau lebih) dalam waktu singkat? Pasti ada saja anak kemarin siang nekad trading Forex karena "dibohongin" iklan-iklan fantastis.


"Hasilkan Dollar beratus-ratus $ tiap hari dengan trading Bisnis Online"atau "dapatkan profit sampai ratusan persen, per hari". Lalu setelah trading, malah rugi total.

Lah iya, kok ada saja orang percaya, kalau cara menghasilkan Uang dari Bisnis Online dan profit trading Forex memang semudah itu, kenapa tidak semua orang saja melakukan hal serupa? Fakta trading itu pahit. Simak realitanya di sini, berikut jurus anti rugi yang sesungguhnya.

Logikanya, kalau total posisi untung lebih dari 50%, harusnya sudah bisa menghasilkan profit trading Forex sedikit. Paling tidak impas.
Lah iya, tapi kenapa bisa sebagian besar dari mereka mengalami kerugian?
Sebenarnya, penjelasannya cukup sederhana. Itu karena trader forex pemula terlalu emosional. Intinya, mereka masih belum mampu mengembangkan cara menghasilkan profit trading Forex secara konsisten.

Sebenarnya, masalah terbesarnya bukan karena akurasi buka posisi (OP), tetapi justru ketika trader forex pemula dihadapkan pada keputusan kapan posisi tersebut akan ditutup (closing).

Alasan Kenapa Sebagian Besar Trader Forex Pemula Mengalami Kerugian

Dasarnya, dalam pasar Forex, kita dapat menahan posisi selama harga mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu. Mudahnya, sebenarnya itu cuma masalah kapan buka lalu tutup posisinya.
Nah, masalahnya, menghasilkan Profit di Bisnis Online trading Forex tidak bisa didasarkan dari berapa lama kita menahan posisi. Inilah faktor utama pembeda pasar Forex dengan investasi jangka panjang, misalnya seperti pasar saham blue-chip.
Pertama, gejolak pergerakan harga lebih sering terjadi di Forex. Wajar, karena sebetulnya yang kita trading-kan adalah pair mata uang dari dua negara berbeda. Nah, karena perekonomian suatu negara sangat luas sekali cakupannya termasuk dalam Bisnis Online trading maka arus permintaan dan penawarannya bisa berupa volume trading raksasa dalam waktu singkat pula.

Jadi, volume trading super besar = gonjang-ganjing harga. So, para trader forex pemula sekalian, siap-siap saja pakai sabuk pengaman, yah.

Jangan heran jika pada momen-momen tertentu (biasanya waktu rilis berita ekonomi), harga tiba-tiba mengalami lonjakan tajam. Misalnya selama rilis NFP AS, pair-pair mayor bisa saja reli atau jatuh beberapa ratus pip hanya dalam hitungan menit.
Dalam situasi tersebut, kita bisa saja memanfaatkan pergerakan harga untuk menghasilkan profit trading Forex dalam waktu singkat.

Eh, tapi bukan berarti tanpa resiko! Justru penting untuk digarisbawahi bahwa membuka posisi saat harga sedang bergejolak berarti Anda telah siap menerima kemungkinan untuk cepat merugi juga!
Dalam jangka panjang pun, naik-turunnya suatu pair Forex bisa seperti roller-coaster. Bandingkan dengan pergerakan index saham dan saham blue-chip yang umumnya bergerak mendaki perlahan. Misalnya seperti contoh gambar chart berikut:


Selama awal may sampai  2013, Poundsterling mengalami penurunan tajam sebesar 9% terhadap Dollar AS. Selama periode tadi, banyak trader memanfaatkan kesempatan untuk ramai-ramai menjual Pound Inggris sampai menyentuh titik terendahnya.

Nah, selama 3 bulan setelahnya, pergerakan harga mulai bergejolak cukup tajam. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh silih bergantinya kekuatan dominasi antara buyer melawan seller. Intinya, bagi trader Forex pemula, arah trend lebih susah dianalisa, apalagi dalam menentukan kapan harus masuk lalu keluar dari pasar Forex.

Mengejutkannya lagi, dalam tahun yang sama, ternyata Poundsterling mampu bangkit reli dari titik terendah sampai menembus titik resistensi sebelumnya.
Itu dia alasannya kenapa pasar Forex memang diminati oleh scalper. Perubahan harganya bisa terjadi dalam waktu singkat, dan dengan metode scalping, trader Forex pemula bisa menghasilkan profit trading Forex hanya dengan menahan posisi selama beberapa menit saja.
Itu baru teorinya...

...dalam kenyataannya, gejolak harga justru lebih sering bikin trader Forex pemula panik. Saking bingungnya, seringkali mereka terlalu cepat menutup posisi untung dan terlalu bimbang untuk segera menutup posisi rugi.

  • Trader Forex pemula kesulitan menentukan strategi untuk exit

Jadi begini, saat harga bergejolak, tingkat kesulitan dalam menentukan arah trend semakin tinggi, begitu juga dengan resikonya. Apalagi jika menggunakan timeframe rendah.
Misalnya, saat trading pada timeframe 15 menit untuk mencoba teknik scalping, bisa saya pastikan pergerakan harga akan lebih cepat memicu emosi.


Intinya, trader Forex pemula lebih cepat kehilangan potensi menghasilkan profit trading Forex, karena beberapa hal berikut:
  1. Saat harga bergerak sesuai posisi (untung), kebanyakan trader Forex pemula akan segera menutup posisi karena khawatir harga akan segera berbalik arah. Padahal, jika posisi tersebut ditahan lebih lama sedikit, maka raihan profit akan cukup besar untuk menutup posisi-posisi rugi berikutnya.
  2. Sebaliknya, jika harga bergerak melawan posisi, anehnya justru bakal ditahan-tahan oleh trader Forex pemula. Daripada memotong kerugian sebelum membengkak, biasanya mereka malah berharap harga akan berbalik arah untuk mencapai target profit.
  3. Dikombinasikan dengan Bisnis Online dan Trading, bisa menghasilkan banyak profit karena kedua hal di atas memperparah "pendarahan" ekuitas pada akun trading. Meskipun sudah untung lebih dari 50% total posisi yang sudah di-close, namun gross profit belum bisa menutupi gross loss. Jangankan impas (break-even), kalau diteruskan justru akan mendapat panggilan dari broker alias Margin Call.
Pada titik inilah biasanya trader Forex pemula baru mulai merasakan "jenuh dan peluh"-nya dalam Bisnis Online trading Forex. Bukannya menghasilkan profit trading Forex tinggi seperti yang dijanjikan, jadinya malah menderita kerugian.

Bicara mengenai profit, biasanya kita akan memberikan tolok ukur berupa persentase return dari modal awal kita. By the way, berapa sih persentasi profit trading Forex yang sepantasnya?
Apakah tiap posisi harus menghasilkan profit trading Forex sebesar 100%?
200%...
... atau bahkan sampai ribuan persen?
Salah total.
Dengan bantuan Stop Loss dan Take Profit, menghasilkan profit trading Forex secara konsisten menjadi lebih mudah. Alasannya, sistem akan secara otomatis menutup posisi berdasarkan target Take Profit atau Stop Loss.
Itu kalau Anda menggunakannya dengan tepat. Kalau tidak, malah kerugian yang akan didapat. Maka dari itu, hindari kesalahan-kesalahan dalam memasang Take Profit dan Stop Loss.


Dengan modal awal USD 1,000 dia menargetkan profit sebesar USD 100 pada satu posisi di akun standard. Itupun dengan lot 0.1. Artinya, dia menanggung resiko sekitar 10% dari ekuitasnya untuk membuka satu posis.
Apakah keputusan trader ini sudah tepat?
Bisa iya, bisa tidak...

... iya, sudah tepat kalau Budi termasuk trader ritel yang menyukai tingkat resiko relatif tinggi untuk mendapat keuntungan lebih. Bisa jadi pada saat itu dia memberanikan diri untuk membuka posisi dengan "taruhan" 2% dari ekuitasnya karena trend market sedang terbentuk jelas.
Bisa juga tidak tepat, kalau Budi adalah trader konservatif (menghindari resiko tinggi). Resiko sebesar itu hanya untuk satu posisi tidaklah direkomendasikan jika dari awal dia sudah menentukan strategi "biar pelan asal selamat".

Lah iya, resiko 10% saja sudah harus diperhitungkan. Itu karena, sekali lagi, pasar Forex beresiko tinggi. Bisa saja Anda membuka lebih dari satu posisi, dan tiap posisi tersebut pada dasarnya adalah "sekian persen dari deposit modal yang akan saya pertaruhkan di pasar Forex".

Intinya, dari semua posisi tadi, seorang trader harus mengupayakan supaya gross profit (total keuntungan) dari total posisi menang harus lebih besar dari gross loss dari total posisi-posisi rugi. Karena itulah, ketahanan modal menjadi faktor penting.

Usahakan modal Anda cukup untuk mempertahankan posisi-posisi menguntungkan. Jikapun suatu posisi sudah merugi, jangan ragu untuk memotong kerugian sebelum membengkak.


Read more ...

Selasa, 23 April 2019

Analisa Teknikal

Dalam Bisnis online Forex Trading Ada dua cara utama yang biasa digunakan untuk menganalisa instrumen finansial dalam membuat keputusan investasi: analisis fundamental dan analisis teknikal.



Analisis fundamental digunakan untuk menganalisa laporan keuangan sebuah perusahaan untuk mengetahui seberapa sehat sebuah perusahaan dan untuk mengetahui valuasi harga yang layak bagi saham perusahaan tersebut,apakah sahamnya terlalu “mahal” (overvalued) atau terlalu “murah” (undervalued). Biasanya yang menggunakan analisis fundamental adalah investor jangka panjang.

Sementara analisis teknikal adalah sebuah teknik menganalisa pergerakan harga saham dalam waktu rentang tertentu dan mengasumsikan bahwa harga saham telah merefleksikan semua informasi tentang perusahaan tersebut.

Asumsi lain yang digunakan dalam analisis teknikal adalah bahwa harga bergerak dalam kecenderungan trend tertentu baik uptrend,downtrend maupun sideways. Oleh karena itu analisis teknikal berfokus pada penggunaan grafik harga saham dan bertujuan untuk mengetahui apakah suatu harga saham itu “jenuh beli” (overbought) atau sudah “jenuh jual” (oversold).
Sebagai trader jangka pendek sebaiknya Anda menguasai analisis teknikal.

Analisis teknikal berfungsi sebagai panduan bagi Anda ketika trading untuk mengambil keputusan jual atau beli. Hampir semua sistem trading dibuat berdasarkan analisis teknikal. Di artikel lain Anda akan belajar membuat sistem trading Anda sendiri.
Analisis teknikal tidak bertujuan untuk memprediksi harga di masa depan.

Di sinilah banyak sekali trader yang keliru dalam menggunakan analisis teknikal,sehingga selalu merugi di pasar saham karena tidak menggunakannya dengan benar.
Analisis teknikal hanya mempelajari pola pergerakan harga di masa lalu dan diasumsikan bahwa ADA KEMUNGKINAN pola tersebut akan terulang kembali di masa yang akan datang
Berapa persenkah kemungkinan tersebut? Beberapa studi menyatakan bahwa tingkat keakuratan analisis teknikal sekitar 40% – 60%.

Beberapa cakupan analisis teknikal yang akan dibahas pada blog ellangtarderblogsport.com ini adalah:
Salah satu kelebihan analisis teknikal adalah ketika Anda mampu membaca pergerakan harga di suatu pasar finansial menggunakan analisis teknikal, maka Anda bisa membaca pergerakan harga di pasar finansial yang lain.

Seperti halnya saya menggunakan analisis teknikal untuk bertransaksi saham. Analisis teknikal yang sama dapat digunakan untuk bertransaksi di forex market, futures market dan commodity market. Bahkan kita juga dapat membaca pergerakan harga indeks regional.
Intinya ketika kita menguasai analisis teknikal, kita mampu membaca pergerakan harga di pasar finansial manapun!

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, untuk sukses sebagai trader Anda harus mampu menggunakan analisis teknikal dengan benar ketika trading.
Tujuannya agar peluang Anda berhasil di pasar saham lebih besar ketimbang sekedar menggunakan tebak-tebakan buah manggis.

Dan untuk masing-masing bagian dari cakupan analisis teknikal di atas, akan saya jelaskan dengan sangat lengkap pada artikel yang terpisah untuk memperdalam pemahaman Anda.
Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang analisis teknikal maka Anda sudah memiliki modal yang cukup penting untuk membuat sistem trading Anda sendiri.

Tanpa memahami analisis teknikal sulit untuk membuat sistem trading yang akan Anda jadikan sebagai petunjuk jual beli ketika bertransaksi
nantinya.
Read more ...

Senin, 22 April 2019

Teknik Scalping Forex

Teknik Scalping merupakan metode trading yang cukup populer digunakan. Mengapa demikian? Apa sajakah yang harus diketahui tentang forex scalping?

 Dalam berbisnis perdagangan Forex teknik berdagang sangat di butuhkan. Apakah Anda pernah berpikir untuk mulai menggunakan teknik scalping? Jika Anda mengira scalping hanyalah teknik untuk mendapatkan profit kecil dalam waktu singkat, hal ini tidak sepenuhnya benar. Teknik scalping forex merupakan suatu metode trading dimana Anda harus berpikir dan mengambil tindakan cepat untuk mendapatkan keuntungan. Apa sajakah yang harus diketahui tentang scalping forex sebelum mulai menggunakannya?


Apa Itu Scalping Forex? 

Nah apa tuh Teknik scalping adalah metode dimana seorang trader mengambil keuntungan kecil secara berkala dengan cara membuka dan menutup posisi beberapa kali dalam sehari. Dengan cara ini, trader mencoba untuk mendapatkan profit pada saat pergerakan cepat terjadi. Seorang scalper akan beraksi dengan cepat ketika perilisan data ekonomi atau berita signifikan yang mempengaruhi pergerakan ekonomi berlangsung.

Teknik Scalping dalam sehari, scalper dapat membuka dan menutup hingga puluhan posisi. Oleh karena itu, jumlah total profit-profit dari seluruh posisi tersebut adalah tujuan dari trader forex scalping. Jika dilihat sekilas saja, keuntungan yang didapat memang kecil. Namun, ketika seluruh profit tersebut dijumlahkan akan menghasilkan keuntungan cukup banyak.

Trader macam ini melakukan trading berdasarkan data dari tick chart, chart satu menit, atau lima menit. Hal ini dilakukan agar scalper lebih mudah mengamati pergerakan chart dan dapat membuat keputusan cepat saat terjadi pergerakan. Trader forex umumnya akan mempertahankan posisi minimal selama 3-5 menit. Sedangkan scalper bisa saja hanya mempertahankan suatu posisi selama satu menit saja.

7 Fakta Tentang Teknik Scalping Forex

  • Perlu Ketekunan Dan Konsentrasi Tinggi
Teknik Scalping memiliki pergerakan serba cepat sehingga trader harus benar-benar fokus dan mampu memutuskan dengan cepat. Jika perhatian anda teralihkan sebentar saja, kesempatan untuk mendapatkan profit bisa terlewatkan. Oleh karena itulah, seorang scalper harus duduk selama berjam-jam di depan komputer selama proses trading berlangsung. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa kondisi kesehatan dan emosional juga akan sangat mempengaruhi.
Agar dapat bereaksi secepatnya, maka akses internet stabil dan cepat juga menjadi prioritas. Jika terjadi kesalahan pada sistem, scalper harus mampu betindak cepat untuk menghubungi broker dan mengindetifikasi diri untuk tindakan selanjutnya.
Merekam aktifitas trading juga menjadi salah satu kunci ketika melakukan forex scalping. Dengan catatan tersebut, Anda dapat me-review kembali aktivitas trading sebelumnya. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan skill trading dan Anda juga dapat belajar dari kesalahan-kesalahan bertrading terdahulu. Cukup dengan melakukan screenshoot pada trading Anda dan buat print copy agar dapat disimpan pada jurnal untuk dipelajari kembali.
Trader pemula cenderung akan mencoba melakukan scalping karena teknik ini menghasilkan profit setiap harinya tanpa harus membuka posisi selama berjam-jam, berhari hari atau bahkan berminggu-minggu. Namun, strategi ketika melakukan scalping juga harus tetap dipertimbangkan.
Likuiditas tinggi sangat dibutuhkan agar dapat melakukan eksekusi trading dan profit dalam hitungan detik. Jika memperhitungkan likuiditasnya, lebih baik terapkan teknik scalping pada mata uang mayor. Dibandingkan mata uang jenis lain, mata uang mayor lebih likuid karena diperdagangkan secara luas dalam pasar forex.
Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, perhatikan pula broker tempat Anda bertrading. Beberapa broker memang menyukai kliennya menggunakan teknik ini, karena akan memberikan keuntungan bagi mereka. Namun, tidak sedikit broker melarang kliennya untuk menggunakan teknik scalping. Scalper akan membuka dan menutup puluhan hingga ratusan posisi dan hal ini akan memberatkan kerja server broker. Oleh karena itu, perhatikan broker mana saja yang terbaik bagi trader pengguna teknik scalping.
  • Ada Waktu Tertentu Untuk Menjalankannya Secara Efektif
Waktu merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan bertrading dengan teknik scalping. Kapan waktu dan kondisi terbaik tersebut? Terdapat dua tipe waktu yang dipilih oleh scalper. Waktu dimana pasar memiliki arah tidak menentu dan waktu dimana perdagangan sangat terarah, likuid, dan volalitas tinggi. Kedua kondisi ini dipilih berdasarkan strategi trading masing-masing. Meski begitu, scalper berpengalaman tidak akan menahan posisinya terlalu lama sehingga memiliki kecenderungan memilih kondisi dimana pasar sedang dalam pergerakan yang tinggi.

Seputar Teknik Scalping

Pada dasarnya tidak ada satu metode trading tertentu yang paling populer. Setiap trader memiliki strategi masing-masing untuk mendapatkan profit. Meskipun begitu, scalping menjadi satu teknik yang paling mainstream diantara trader. Hampir 95% trader menggunakan teknik scalping dan hal ini sangat luar biasa bagi pasar forex.

Akan tetapi, banyak mitos beredar. Jika tidak awas, trader pemula dapat dengan mudah mempercayai mitos-mitos yang belum terbukti tersebut dan melakukan teknik scalping dengan gegabah. Apa saja mitos tentang forex yang harus diperhatikan sebelum memulai scalping?
  • Mitos 1: Forex Mudah Diprediksi
Pergerakan harga forex mudah diprediksi karena pergerakan tersebut didasari dari suatu bentuk formula ilmiah. Hal ini tidak masuk akal, karena pasar Forex melibatkan banyak manusia di dalamnya. Manusia memiliki sifat tidak dapat diprediksi, begitu juga pasar forex. Harga forex bergerak dengan tidak pasti pada timeframes rendah (1 menit, 5 menit) dan selama perdagangan terus berlangsung. Bisa saja Anda bertrading pada volalitas tidak beraturan, pasar sepi, atau bahkan saat pasar sedang ramai. Untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan, seorang trader harus pintar-pintar mengambil kesempatan.
  • Mitos 2: 90% Trading Pasti Menang
Adanya salah kaprah tentang akurasi pergerakan harga membuat munculnya rumor kalau trader bisa membuka berapa saja posisi trading, karena 90%nya pasti menang. Pada kenyataannya, scalper sukses justru mengatakan bahwa hampir separuh dari trading yang mereka lakukan tidak sukses. Bahkan scalper yang memenangkan sekitar 90% trading tidak dapat menjelaskan dengan pasti apa faktor kemenangan tersebut. Seperti mitos pertama, pasar forex memiliki sifat tidak terduga sehingga pergerakan tidak akan mudah diprediksi.
  • Mitos 3: Trading Dapat Dilakukan Pada Stop Loss Ketat
Mitos ini didasari oleh volatilitas acak dan tidak ada bukti bahwa praktik trading dengan stop loss ketat tersebut akan ampuh di dunia nyata. Lima pips stop loss dapat dengan mudah terkena pergerakan harga kecil atau spread yang berfluktuasi.
Apapun yang terjadi, bermain di pasar forex bukanlah hal mudah. Forex scalping juga merupakan teknik penuh resiko. Oleh karena itu, seorang trader harus memikirkan matang-matang strategi trading yang akan digunakan sebelum bermain di pasar forex.
 

Kesimpulan

Meskipun sudah terbukti bahwa scalping dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan. Namun, teknik scalping belum tentu sesuai untuk semua trader. Teknik ini cenderung cocok untuk trader dengan konsentrasi tinggi dan mampu membuat keputusan dengan cepat. Selain itu, scalper juga harus betah mengawasi proses trading mengingat  teknik ini membutuhkan eksekusi yang serba cepat.

Tidak seperti yang umumnya orang pikirkan, scalping membutuhkan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan dibandingkan teknik trading lainnya. Jika Anda cenderung tidak menyukai harus duduk selama beberapa jam di depan komputer dan tidak mampu menangani segala stress dalam scalping, maka lebih baik Anda tidak menggunakannya. 
Selalu perhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi teknik-teknik trading yang hendak Anda pilih , serta sesuaikan jenis akun pilihan Anda dengan teknik tersebut. Apabila ingin melakukan scalping, maka pastikan bahwa akun trading broker memang dapat digunakan untuk scalping.

Read more ...

Cara Menggunakan Indikator RSI

Bagimana cara menggunakan Indikator yang menurut saya simple dan mudah di terapkan di semua pasangan mata uang dalam perdagangan forex. Rata-rata dari trader hanya menggunakan indikator RSI sebagai pemantau kondisi jenuh pada pasar. Simak berbagai fungsi lain RSI pada artikel berikut.


Para pengagum RSI selalu membayangkan betapa mudahnya memakai Indikator tersebut. Betapa tidak, RSI selalu dikaitkan tentang pola harga jenuh dan gambaran harga yang bisa dilihat sebagai batas Low atau High pada saat tren berlangsung. Namun benarkah menggunakan indikator RSI bisa begitu mudah?

Relative Strength Index (RSI) pertama kali diperkenalkan oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 dalam bukunya yang berjudul "New Concepts in Technical Trading Systems". Indikator RSI kemudian dikenal sebagai sebuah indikator Oscillator dengan level dari 0 hingga 100.

Periode Indikator RSI yang dijadikan standar oleh Wilder adalah 14. Namun periode tersebut dapat diganti menjadi lebih kecil maupun besar, sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing trader. Kebanyakan trader hanya menggunakan RSI seperti layaknya indikator Oscillator lainnya: hanya untuk melihat sinyal Overbought maupun Oversold. Namun ternyata, Indikator RSI bisa digunakan untuk lebih dari sekedar itu. Nah, sebelum masuk ke uraian lebih lanjut tentang berbagai cara menggunakan indikator RSI, mari belajar cara menghitungnya terlebih dahulu.


Menghitung Nilai RSI

Dalam menghitung nilai indikator RSI, terdapat beberapa komponen yang harus dihitung terlebih dahulu. Komponen tersebut adalah RS, Rata-rata peningkatan, dan Rata-rata penurunan. Jika menggunakan periode standar dari Wilder, maka rumus menghitungnya adalah:


Menggunakan Indikator RSI Untuk Menentukan Level Jenuh Pasar


 

Seperti halnya minyak, harga suatu aset juga memiliki titik jenuh, baik karena sudah terlalu lama naik (Overbought) maupun turun (Oversold). Dalam menentukan level titik jenuh ini, biasanya ditetapkan sebuah level tertentu dari indikator yang dapat mewakili kejenuhannya.

Kejenuhan pasar ini juga dapat diukur dengan menggunakan indikator RSI. Umumnya, level 70 dan 30 digunakan sebagai batasan, yang berarti jika nilai indikator RSI berada di atas 70, maka harga telah Overbought. Sedangkan jika nilai indikator RSI berada di bawah 30, maka harga telah Oversold. Beberapa orang juga sering menggunakan level 80 dan 20 sebagai standar, jadi acuan ini tidaklah bersifat baku.

 Pada contoh di atas telah digambarkan kedua keadaan secara umum, yaitu Overbought pada nilai indikator RSI di atas 70, dan Oversold saat nilai indikator RSI di bawah 30. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua Overbought dan Oversold akan berujung pada pembalikan panjang seperti yang dicontohkan ini. Lebih sering, harga akan terus melanjutkan perjalanannya naik maupun turun karena tren masih kuat berlangsung. Agar tidak terjebak sinyal palsu, disarankan untuk menggabungkan RSI dengan indikator teknikal lain.

Para trader sering menggunakan indikator RSI sebagai bantuan dalam pengambilan keputusan trading. Salah satu contoh yang sering digunakan adalah gabungan Bollinger Bands dan RSI. Bahkan ada beberapa trader yang tak segan-segan hanya menggunakan RSI sebagai indikator utamanya. Mari simak chart di bawah ini sebagai contoh.

Menggunakan RSI Untuk Menentukan Tren

Selain melihat tingkat kejenuhan pasar, trader juga sering menggunakan indikator RSI untuk melihat kapan tren akan berubah. Awal perubahan ini bisa dideteksi dengan melihat penembusan-penembusan pada level tertentu di pasar.

 Dalam melihat atau menentukan tren, trader biasanya menggunakan Moving Average maupun Channel. Namun, tidak hanya kedua indikator teknikal tersebut yang dapat dijadikan acuan. RSI punya caranya sendiri dalam menentukan tren. Dalam menentukan tren melalui RSI, dibutuhkan level 50 sebagai pembatas. Jika sinyal RSI berada di atas 50 maka tren sedang naik, sedangkan jika di bawah 50 maka tren sedang turun.


Selain untuk menentukan tren, level 50 ini juga bisa menjadi tanda awal perubahan tren. Hal ini bisa ditandai dengan penembusan level 50. Crossing ini juga biasa dikenal dengan The Centerline Crossover, atau penembusan garis tengah dengan sinyal RSI.


Indikator RSI Sebagai Pembaca Divergence

 

RSI adalah indikator Favorit para trader khususnya para trader yang baru belajar trading forex. Sama seperti indikator Stochastics dan MACD, RSI juga dapat digunakan untuk membaca divergence yang sedang terjadi di pasar. Menurut Wilder, sinyal divergence bisa menjadi titik reversal dalam sebuah tren. Hal ini dimungkinkan terjadi karena harga sudah tidak memiliki kekuatan lagi dalam melanjutkan perjalanannya.

Sebuah sinyal bullish divergence terjadi saat harga pada chart terlihat membentuk lower low, tapi sinyal RSI-nya justru membentuk higher low. Sedangkan untuk sinyal bearish divergence terjadi saat harga pada chart terlihat membentuk higher high, tetapi sinyal RSI-nya justru membentuk lower high. Untuk lebih jelasnya simak contoh berikut ini:


Cara Menggunakan Indikator RSI Dengan Support Resistance

Selain beberapa cara di atas, RSI juga dapat digunakan layaknya trading dengan naked chart. Jadi, trading hanya menggunakan indikator RSI serta garis Support Resistance saja. Garis-garis Resistance dapat dibentuk dengan beberapa titik hasil dari percobaan gagal harga untuk. Untuk garis support, dapat dibentuk dengan beberapa titik hasil dari percobaan gagal harga untuk turun.





Read more ...